Senin, 15 Oktober 2012
Kegiatan Pengolahan Data Dalam Sistem Informasi Akuntansi
1. Pengumpulan Data
Saat perusahaan menyediakan produk dan jasa ke lingkungan,setiap tindakan dijelaskan oleh suatu catatan data.
Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap transaksi internal perusahaan dan transaksi
lingkungan perusahaan
2. Manipulasi Data.
Pengklasifikasian, elemen‐elemen data tertentu dalam catatan digunakan sebagai kode.
Penyortiran, catatan‐catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data.
Perhitungan, operasi matematika dan logika dilaksanakan pada elemen‐elemen data untuk menghasilkan
elemen data tambahan.
Pengikhtisaran, banyak data yang perlu disarikan menjadi bentuk total, subtotal, dan rata‐rata.
Penyimpanan Data.
3. Penyimpanan Data ;
Setiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data disimpan dalam suatu database.
4. Penyiapan Dokumen ;
SIA menghasilkan output yang dipicu dalam 2 cara :
Oleh suatu tindakan, output yang dihasilkan jika sesuatu terjadi.
Oleh jadwal waktu, output yang dihasilkan pada suatu saat tertentu.
“Output tersebut dalam bentuk dokumen kertas”
KARAKTERISTIK SIA
1. Melaksanakan tugas yang diperlukan.
2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
3. Menangani data yang rinci.
4. Berfokus historis.
5. Menyediakan informasi pemecahan yang minimal.
CONTOH SIA :
“ Sistem yang digunakan oleh perusahaan‐perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya
kepada pelanggan”
Sistem Pemasukan Pesanan :
1.1.1 Edit Data Pesanan
Perusahaan menggunakan formulir pesanan penjualan untuk mencatat data yang diperlukan untuk
memproses pesanan pelanggan.
Nota penolakan pesanan penjualan, akan dikirimkan kepada pemesan apabila kode barang dan nama barang
tidak sesuai atau tidak tersedia.
1.1.2 Menghitung Pemeriksaan Kredit
Satu pendekatan untuk melaksanakan pemeriksaan kredit adalah dengan mempertimbangkan dampak
jumlah pesanan terhadap jumlah piutang pada pelanggan tersebut.
Piutang dagang : jumlah uang yang merupakan hak perusahaan yang berasal dari penjualan sebelumnya.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1.1.3 Log Pesanan
Digunakan untuk menindak lanjuti pesanan dan memastikan bahwa pesanan telah terpenuhi.
Log Pesanan berisi : nomor pelanggan, nomor pesanan, tanggal pesanan pelanggan dan tanggal pesanan
diterima.
1.1.4 Menandai Pesanan yang telah dipenuhi
Dengan mencatat tanggal pemenuhan dalam log pesanan, nilai infromasi dari file tersebut meningkat.
Informasi ini berharga bagi para manajer.
SUB SISTEM INPUT
A. Sub Sistem Pemrosesan data
1. Catatan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan
2. Catatan dibuat untuk setiap transaksi (kapan, apa, siapa, berapa)
3. SIA merupakan satu‐satunya komponen input yang terdapat pada seluruh sistem informasi fungsional
B. Sub sistem Audit Internal
Audit eksternal mengaudit catatan akuntansi untuk menguji kebeneran
Audit internal melakukan analisis yang sama dengan audit eksternal tettapi mempunyai lingkup tanggung jawab
yang lebih luas
Mempunyai kemampuan mengevaluasi dan mempengaruhi operasi perusahaan secata independen dari sudut
pandang keuangan
Audit internal menawarkan obyektifitas
Audit internal bekerja dengan cara yang sama seperti analis sistem
C. Subsistem Intelijen Keuangan
1. Informasi Pemegang Saham (Laporan tahunan / triwulan yaitu neraca dan rugi laba)
2. Informasi Keuangan
3. Pengaruh Lingkunagan pada Arus Uang dimana berpengaruh langsung / tidak langsung pada arus uang melalui
perusahan
SUB SISTEM OUTPUT
A. Sub Sistem Peramalan
1. Perawalan (forecasting)
Semua peramalan merupakan proyeksi dari masa lalu
2. Pendekatan Partisipasi
Penyusunan anggaran secara partisipasi yaitu manajer berbagai tingkatan berunding mencapai anggaran yang
memuaskan semua pihak.
3. Pendekatan menerima dan memberi
Sub sistem Manajemen Dana
Laporan Anggaran
Angagran operasi suatu unit seperti departemen / devisi tersiri dari jumlah untuk setiap pos pengeluaran
dasar (gaji, sewa, telphone, perlengkan)
Laporan bulanan yang menunjukkan pengeluaran aktual dibandingkan dengan anggaran (anggaran bulan
berjalan dan anggaran year to date)
Sub Sistem Pengontrolan
Jenis‐jenis Kegiatan Audit
1. Audit keuangan : menguji akurasi catatan perusahan
2. Audit Operasional : memeriksa efektifitas prosedur. Jenis pekerjaan yang dilakukan analisis sistem selama
tahap analisi siklus hidup sistem
3. EDP auditor
4. Audit operasional oleh audit internal mencari pengendalian yg memadai, efesiensi dan ketaatan pada
kebijakan perusahaan
5. Audit Kesesuaian
Rancangan Sistem Pengendalian Internal
Auditor Internal berpartisipasi aktif dalam pengembangan sistem karena bila terjadi kesalahan maka biaya sistem
akan meningkat seiring berlangsungnya sisklus hidup sistem
Auditor memberi keahlian yang dapat meningkatkan kualitas sistem
Rasio Kinerja adalah Hubungan dari dua atau lebih indikator kegiatan organisasi yang menjadi suatu cara
pengukuran.
Sumber : related:farida.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19761/BAB+2+SISTEM+INFORMASI+AKUNTANSI.pdf sistem informasi akuntansi pdf
ANALISIS PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN SIA
PT. Oliser Indonesia adalah satu-satunya cabang
waralaba pusat Oliser Corporation di Indonesia yang
berdiri sejak tahun 2003. PT. Oliser Indonesia
bergerak di bidang jasa pengisian ulang tinta printer
sekaligus menjual berbagai macam perlengkapan
printer. Menurut perusahaan, permintaan dan
penjualan dari tahun 2004 hingga tahun 2005
mengalami peningkatan sebesar 40 %. Pemilik
perusahaan memutuskan untuk membuka outlet
cabang di berbagai daerah Jakarta dan memberikan
izin waralaba ke berbagai kota besar maupun kecil
di Indonesia. Pada Maret 2005 perusahaan telah
memiliki lebih dari.7 outlet dan 9 perusahaan yang
membeli izin waralaba.
PT Oliser Indonesia memiliki supplier dari
berbagai negara dan berperan sebagai supplier bahan
baku bagi setiap outlet dan waralaba-nya untuk
menjaga kualitas produk. PT. Oliser Indonesia pada
saat ini memiliki jumlah karyawan lebih dari 50
orang dan akan terus bertambah seiring dengan
perkembangan perusahaan.
Bidang Usaha Perusahaan
PT Oliser Indonesia telah menjalani 3 bidang
usaha sebagai berikut:
1. Cartridges dan Toner Refill
2. Clonink (Infusion Technology)
3. Product Supply/Selling
Dokumen, Laporan dan Catatan
Akuntansi yang diusulkan
Dokumen-dokumen yang dibuat dalam sistem
pembelian dan persediaan terkomputerisasi terdiri
dari:
1. Surat Permintaan Pembelian (SPP)
2. Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH)
3. Purchase Order (PO)
4. Bukti Perubahan Pemesanan (BPP)
5. Bukti Barang Masuk (BBM)
6. Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB)
7. Bukti Barang Keluar (BBK)
8. Surat Retur Pembelian (SRP)
9. Bukti Pembayaran (BP)
10. Bukti Penyesuaian Perhitungan Fisik (BPPF)
Dokumen-dokumen pendukung dari luar dalam
sistem pembelian dan persediaan terkomputerisasi
terdiri dari:
1. Faktur Pemasok
2. Bukti Pengiriman Pemasok (Surat Jalan)
3. Bukti pengeluaran kas (Bukti Transfer, Cek
dsb)
Laporan-laporan yang diusulkan untuk dibuat
berdasarkan kebutuhan informasi dari pihak yang
bertanggung jawab terdiri dari:
1. Laporan Pembelian (LBM)
2. Laporan Pengeluaran Barang (LBK)
3. Laporan Retur Barang (LRP)
4. Laporan Hutang (LH)
5. Laporan Pembayaran (LP)
6. Laporan Persediaan (LB)
7. Laporan Prestasi Pemasok (LPP)
Laporan Catatan akuntansi yang diusulkan untuk
digunakan terdiri dari :
1. Jurnal Pembelian (JP)
2. Jurnal Pengeluaran Kas (JPK)
3. Jurnal Retur Pembelian (JRP)
Sumber : journal.uii.ac.id/index.php/snati/article/view/1084/982
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN
Pembelian adalah kegiatan pemilihan sumber,
pemesanan dan perolehan barang dan jasa sebagai
salah satu aktivitas utama operasi bisnis perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi Pembelian (SIAPembelian)
merupakan sistem yang dibangun untuk
mempermudah pelaksanaan pembelian dengan
meng-otomatisasi-kan atau meng-komputerisasi
keseluruhan maupun beberapa bagian dari proses
pembelian tersebut disertai dengan pengendalian
atau kontrol atas sistem komputerisasi tersebut.
Proses pembelian setiap jenis perusahaan hampir
serupa karena meliputi beberapa atau seluruh
kegiatan berikut ini :
1. Konsultasi dengan supplier yang diadakan
sebelum pembelian berlangsung dengan cara
menghubungi beberapa supplier untuk
mendapatkan pemahaman mengenai
ketersediaan kuantitas dan harga dari barang
dan jasa.
2. Pembuatan dokumen permintaan pengadaan
barang atau jasa dengan mendapatkan
persetujuan dari supervisor. Permintaan ini
kemudian digunakan oleh departemen
pembelian untuk memesan barang.
3. Mengadakan perjanjian dengan supplier untuk
pembelian barang atau jasa dimasa yang akan
datang. Perjanjian dengan supplier meliputi
pesanan-pesanan pembelian (pesanan yang
sebetulnya dikirim ke supplier) dan kontrak
dengan supplier.
4. Penerimaan barang atau jasa dari supplier
dimana perusahaan harus memastikan bahwa
hanya batang yang dipesan berada dalam
kondisi baiklah yang akan diterima.
5. Pengakuan kewajiban atas barang dan jasa yang
diterima dari supplier yang akan dicatat oleh
departemen hutang pada saat tagihan diterima
dari supplier.
6. Pemilihan invoice yang akan dibayar.
7. Penulisan, penandatanganan dan pengiriman
cek kepada supplier.
Dokumen yang terkait ke kepada siklus
pembelian adalah:
1. Purchase Requisition (Permintaan Pembelian)
2. Purchase order (Pemesanan Pembelian)
3. Receiving order (Penerimaan Pesanan)
4. Supplier (Vendor) invoice
5. Disbursment voucher
6. Disbursment check
7. Debit memorandum
8. New supplier (vendor) form
9. Request for proposal (or quotation)
1.2 Sistem Informasi Akuntansi Persediaan
Persediaan adalah aktiva perusahaan yang
meliputi barang jadi yang tersedia untuk dijual
kembali, barang dalam penyelesaian yang sedang
diproduksi dan bahan serta perlengkapan yang
digunakan dalam proses produksi.
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 20 Juni 2009
B-94
Persediaan yang terdapat dalam perusahaan
dapat dibedakan menurut beberapa cara, dilihat dari
fungsinya, dan dilihat dari jenis dan posisi barang
dalam urutan pengerjaan produk.
1. Dilihat dari fungsinya
a. Batch stock atau lot inventory
b. Fluctuation stock
c. Anticipation stock
2. Dilihat dari jenis dan posisi produk dalam
urutan pengerjaan produk :
a. Persediaan bahan baku (raw material stock)
b. Persediaan bagian produk atau parts yang
dibeli (purchase parts/component stock)
c. Persediaan bahan-bahan pembantu atau
barang-barang perlengkapan (supplier
stock)
d. Persediaan barang setengah jadi atau
barang dalam proses (work in
process/progress stock)
e. Persediaan barang jadi (finished goods
stock)
Pada dasarnya terdapat lima catatan yang paling
penting atau utama dalam sistem persediaan :
1. Permintaan untuk dibeli (purchase requisition)
2. Laporan penerimaan (receiving report)
3. Catatan persediaan (balances of stores record)
4. Daftar permintaan bahan (material requisition
form)
5. Perkiraan pengawasan (control accounting)
Sistem pencatatan persediaan yaitu:
1. Periodic System, yaitu pada setiap akhir periode
dilakukan perhitungan secara fisik dalam
menentukan jumlah persediaan akhir.
2. Perpetual System atau juga disebut Book
Inventories, yaitu setiap mutasi dari persediaan
sebagai akibat dari pembelian ataupun
penjualan dicatat atau dilihat dalam kartu
administrasi persediaannya.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk
menilai suatu persediaan, diantaranya dengan :
a. first-in, first out (FIFO)
b. rata-rata tertimbang (weighted average)
c. last in, first-out (LIFO)
Pengendalian internal pada siklus pembelian
meliputi:
1. Pemisahan tugas. Individu-individu yang
mengotorisasi, melaksanakan pembelian, dan
mencatat transaksi adalah individu yang
berbeda untuk menghindari terjadinya
kecurangan.
2. Menggunakan informasi dari kejadian lampau
untuk mengontrol aktivitas pembelian
3. Mengamati dari dekat semua kegiatan
pembelian
4. Dokumen-dokumen yang berurutan dan
bernomor urut tercetak.
5. Mencatat semua pihak yang bertanggung jawab
atas proses yang terjadi
6. Membatasi akses ke aset dan informasi
perusahaan.
7. Merekonsilidasi semua catatan dengan bukti
fisik dari aset yang ada
Elemen yang harus ada untuk mendukung
pengendalian internal yang baik atas persediaan
adalah:
1. Pemilihan karyawan, pelatihan dan disiplin
yang baik.
2. Pengendalian yang ketat atas barang yang
datang melalui sistem barcode.
Pengendalian yang efektif atas semua barang
yang keluar dari fasilitas.
Pengendalian persediaan mencakup tindakan
mempertahankan jumlah persediaan yang optimum,
dimana jumlah persediaan sesuai dengan kebutuhan
operasi perusahaan. Jumlah persediaan yang terlalu
banyak akan menambah biaya dan modal kerja
membeku di persediaan, sedangkan jumlah
persediaan yang terlalu sedikit akan menghambat
kelancaran produksi maupun distribusi dan
mengakibatkan opportunity lost. Oleh karena
tersebut terdapat sebuah metode untuk
mempermudah pengendalian jumlah persediaan
yang disebut Economic Order Quantity (EOQ).
Sumber : journal.uii.ac.id/index.php/snati/article/view/1084/982
Sistem Informasi Akuntansi dan Lingkungan Bisnis
Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu rerangka pengkordinasian sumber daya
(data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa
data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan
kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang
berkepentingan (Wilkinson, 1991). Transaksi memungkinkan perusahaan melakukan operasi,
menyelenggarakan arsip dan catatan yang up to date, dan mencerminkan aktivitas organisasi.
Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran yang mempunyai nilai ekonomis. Tipe
transaksi dasar adalah: (1) Penjualan produk atau jasa, (2) Pembelian bahan baku, barang
dagangan, jasa, dan aset tetap dari suplier, (3) Penerimaan kas, (4) Pengeluaran kas kepada
suplier, (5) Pengeluaran kas gaji karyawan. Sebagai pengolah transaksi, sistem informasi
akuntansi berperan mengatur dan mengoperasionalkan semua aktivitas transaksi perusahaan.
Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan
dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh aktivitas yang disebut pemrosesan
informasi. Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem
pemrosesan transaksi, seperti laporan keuangan dari sistem pemrosesan transaksi. Namun
sebagian besar diperoleh dari sumber lain, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.
Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung
jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian
operasi perusahaan. Pengguna output lainnya adalah para karyawan penting seperti akuntan,
insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor.
Konsep perancangan sistem seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip perusahaan. Berikut
ini dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam prioritas perancangan sistem menurut Wilkinson
(1993):
1. Tujuan dalam perencanaan sistem dan usulan proyek seharusnya dicapai untuk
menghasilkan kemajuan dan kemampuan sistem yang lebih besar.
2. Mempertimbangkan trade-off yang memadai antara manfaat dari tujuan
perancangan sistem dengan biaya yang dikeluarkan.
3. Berfokus pada permintaan fungsional dari sistem.
4. Melayani berbagai macam tujuan.
5. Perancangan sistem memperhatikan keberadaan dari pengguna sistem (user).
Sedangkan Barry E. Cushing (1983) mengemukakan bahwa:
1. Kesesuaian desain sistem dengan tujuan sistem informasi dan organisasi.
2. Berdasarkan kelayakan ekonomis, berarti sistem memiliki net present value
positif.
3. Kelayakan operasional, input dikumpulkan ke sistem dan output-nya dapat
digunakan.
4. Kelayakan perilaku, berarti sistem berdampak pada kehidupan kualitas kerja
users.
5. Kelayakan teknis, ketersediaan teknologi untuk mendukung sistem serta teknologi
mudah diperoleh atau dikembangkan.
6. Disesuaikan dengan kebutuhan informasi users.
Sumber : related:repository.binus.ac.id/content/F0174/F017444778.pdf sistem informasi akuntansi
Apa itu Sistem Informasi Akuntansi (S.I.A)
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
- Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
- Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
- Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
- Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
- Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
- Sistem pelaporan manajemen
yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen memproses berbagai transaksi non-keuangan yang tidak bisa diproses oleh SIA biasa. tapi bagaimana juga sistem juga di lakukan dengan kerja bersama time...dengan mendukung semua ide dari masing2 group yang melakukan kerja dilapangan.....dan bagaimana kita memberikan semangat yang tinggi buat karyawan....perusahaan
Cara Kerja
Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
- Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
- Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
- Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
Manfaat
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
- Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
- Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
- Meningkatkan efisiensi
- Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
- Meningkatkan sharing knowledge
- menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
Langganan:
Postingan (Atom)